Membuat Naskah Dialog di Microsoft Word

membuat naskah dialog

Petunjuk Pengerjaan

  1. Buka program Microsoft Word
  2. buka lembar k

Naskah Dialog : Secangkir Kopi dan Sebuah Keputusan

(ANNA memegang cangkir kopi, pandangannya kosong. RIO baru saja menghabiskan kopinya.)

RIO: Hei, santai sedikit. Kopimu bahkan belum kamu sentuh. Ada apa? Kamu terlihat… jauh.

ANNA: (Menghela napas) Aku cuma… pusing, Rio. Soal tawaran dari perusahaan di luar kota itu.

RIO: Oh, yang menawarkanmu posisi Direktur Kreatif? Itu kabar bagus, kan? Bukankah itu impianmu sejak dulu?

ANNA: Dulu, ya. Sekarang, rasanya terlalu besar. Aku sudah nyaman di sini. Pekerjaan freelance-ku lumayan, dan aku dekat dengan Ibu. Pindah berarti meninggalkan semuanya. Mulai dari nol lagi.

RIO: Anna, kamu desainer terbaik yang kukenal. Kamu bahkan bisa membuat papan reklame terlihat artistik. Ini bukan mulai dari nol. Ini adalah lompatan besar menuju puncak.

ANNA: Tapi, bagaimana jika aku gagal? Bagaimana jika kota itu terlalu cepat untukku? Aku takut… aku takut mengambil risiko ini.

RIO: (Tersenyum lembut) Takut itu wajar. Tapi, pernahkah kamu berpikir bagaimana jika kamu berhasil? Bayangkan proyek-proyek besar yang akan kamu tangani. Pengalaman yang akan kamu dapat. Kamu tidak akan pernah tahu batas kemampuanmu kalau tidak mencoba melampauinya.

ANNA: Maksudmu… aku harus pergi?

RIO: Aku tidak bisa memutuskannya untukmu. Tapi, lihatlah ini: kamu punya dua pilihan. Pilihan yang aman, di mana semuanya tetap sama. Dan pilihan yang menantang, yang mungkin membuatmu sedikit takut, tapi potensi kebahagiaannya jauh lebih besar.

ANNA: (Mengaduk kopi, akhirnya.) Aku khawatir dengan Ibu. Siapa yang akan menjaganya?

RIO: Ibumu kuat. Kalian bisa sering video call. Dan ini cuma di luar kota, bukan benua lain. Dia pasti akan bangga melihat putrinya mengguncang dunia desain di sana. Jangan biarkan rasa bersalah menahanmu dari kesempatan emas.

ANNA: (Menatap Rio, matanya sedikit lebih jernih) Jadi, kamu pikir ini layak diperjuangkan?

RIO: Lebih dari layak. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, Anna. Sekarang, minum kopimu. Dingin pun, rasanya akan lebih baik setelah kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.

ANNA: (Mengambil napas dalam dan meminum sedikit kopinya.) Terima kasih, Rio. Aku… aku akan memikirkannya, dengan kepala yang lebih dingin.

RIO: Itu dia. Keputusan besar butuh secangkir kopi yang habis dan hati yang berani. Aku yakin kamu akan membuat pilihan yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *